Healthy Everyday and Everywhere

Pria Lebih Beresiko Mengidap Kanker Ginjal

Secara umum pria lebih sering bermasalah dengan penyakit kanker ginjal dibandingkan wanita. Menurut perkiraan umum, jumlah pria yang menderita penyakit ini adalah dua kali lipat dari wanita. Bahkan, risiko kanker ginjal semakin tinggi seiring dengan peningkatan usia. Lebih 90 persen dari kasus yang melibatkan pasien yang didiagnosa menderita kanker ginjal adalah yang berusia 45 tahun ke atas.

Pakar Onkologi Klinis dan Presiden Asosiasi Onkologi Indonesia, Dr Gucharan Singh Khera, mengatakan umumnya pada waktu didiagnosa, kanker tersebut sudah  menyebar ke bagian tubuh yang lain pada sepertiga pasien. Dr Gucharan mengatakan, hingga kini 208,000 orang di seluruh dunia ditemukan mengidap kanker ginjal setiap tahun sedangkan 102,000 individu meninggal dunia akibat penyakit itu setahun.

Pada tahun 2010, 51,000 kasus kanker ginjal didiagnosa di Amerika Serikat dengan mengakibatkan 13.000 kematian. Katanya, walaupun ada kemajuan dalam usaha memahami mekanisme pertumbuhan berbagai jenis kanker, kanker ginjal masih menjadi penyakit yang belum dipahami sepenuhnya.

"Jika kanker ginjal telah berada pada fase-fase stadium akhir, ia sangat sulit dikontrol. Pada umumnya kanker ginjal adalah penyakit yang tidak bereaksi dengan kemoterapi atau terapi hormon," katanya. Menurut laporan kedua Daftar Kanker Nasional mengenai kasus kanker di Indonesia pada 2010, ada 1305 kasus kanker ginjal yang telah didiagnosa secara Nasional.

Faktor Resiko

Pasien yang menjalani dialisis ginjal dan mereka yang memiliki sejarah kanker ginjal dalam keluarga mememiliki resiko yang tinggi untuk terserang penyakit ini. Rokok adalah faktor resiko utama kanker ginjal. Perokok memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih tinggi menderita kanker ginjal dibandingkan mereka yang tidak merokok. Obesitas dan penggunaan obat penahan atau pereda sakit dalam jangka waktu panjang juga bisa mengundang penyakit ini.

Gejala

-  Darah dalam air kencing
-  Sakit pada bagian  belakang tubuh/pinggang
-  Sakit pada sisi badan yang tidak hilang-hilang
-  Sakit atau pembesaran pada abdomen
-  Kehilangan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya
-  Hilang selera makan
-  Badan letih dan lesu

Pengobatan

Pengobatan kanker ginjal tergantung pada tingkat seriusnya penyakit itu dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Terapi utama untuk kanker ginjal adalah pembedahan. Namun, ia hanya efisien jika semua kanker bisa dibuang. Upaya pengobatan dengan sinar radiasi juga bisa dilakukan ketika kanker sudah menyebar ke luar ginjal.

Selain itu, pasien dapat menggunakan perawatan kemoterapi tetapi perawatan ini hanya bisa dilakukan pada beberapa pasien saja. Ada metode terapi baru yang digunakan pada pasien kanker ginjal yang ditujukan pada bagian khusus sel kanker. Pengobatan ini menunjukkan efektivitas yang baik dalam perawatan pasien kanker ginjal stadium akhir. Dalam metode ini termasuk penggunaan obat untuk menghambat pertumbuhan sel darah baru dan obat yang menargetkan faktor pertumbuhan sel kanker yang lain. (ek/my)




Pria Lebih Beresiko Mengidap Kanker Ginjal