Healthy Everyday and Everywhere

Presbiakusis, Masalah Kurang Pendengaran Pada Orang Lanjut Usia

Diantara permasalahan yang  yang lazim ditemukan dalam kalangan orang lanjut usia adalah masalah berkurangnya fungsi pendengaran (presbiakusis). Biasanya, hal ini terjadi  diakibatkan penurunan fungsi saraf pendengaran sejalan dengan perubahan fisiologis tubuh dalam proses penuaan.

Elemen yang sering dikaitkan dengan penurunan fungsi pendengaran ini bersumber dari komponen saraf pendengaran (vestibulokoklea) yang mengalami degenerasi dibandingkan dengan orang yang lebih muda.

Presbiakusis adalah masalah terkait indra pendengaran yang paling sering dikaitkan dengan proses penuaan. Statistik yang dikeluarkan pada tahun 2008 menunjukkan 21,3 persen dari orang lanjut usia di Indonesia menghadapi masalah terkait pendengaran. Sebenarnya, masalah ini lebih kepada proses penuaan dalam fisiologi tubuh. Ia biasanya terjadi pada usia diatas 65 tahun dan dapat terjadi lebih awal.

Faktor-faktor Penyebab

Masalah pendengaran ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang mesti terjadi kepada semua orang dan pada tingkat yang sama. Ini karena setiap manusia memiliki gaya hidup, pekerjaan, status kesehatan, tempat tinggal dan lingkungan yang berbeda. Semua faktor latar belakang ini bisa mempengaruhi tingkat penurunan pendengaran pada orang lanjut usia.

Faktor yang mempengaruhi tingkat penurunan tipe sensorineural ini termasuk keturunan, sering berhubungan dengan suara bising yang berlebihan dan berkepanjangan atau masalah penyakit sistemik lainnya seperti diabetes mellitus, hipertensi, hipotiroid dan sebagainya.

Gejala


Diantara gejala seseorang mengalami presbiakusis adalah kesulitan untuk mendengar terutama di lingkungan yang bising meskipun ada saatnya jelas dalam kondisi diam. Mereka mungkin memiliki kemampuan untuk mendengar, tetapi tidak memahami apa-apa yang diucapkan.

Fenomena pengumpulan rangsangan suara atau "recruitment" juga sering terjadi, mereka akan secara tiba-tiba mendengar suara yang kuat ketika nada ditingkatkan secara perlahan-lahan. Tidak kurang juga ada penderita yang harus mendapatkan perawatan hanya karena mendengar suara yang bising atau "tinnitus" di dalam telinga atau kepala.

Perawatan dan Pengobatan

Kesehatan Umum

Adalah penting untuk memastikan kondisi kesehatan umum pasien berada dalam kondisi optimal, misalnya mengontrol tingkat glukosa dalam darah yang baik, terapi hormon tiroid sesuai dosis dan yang penting selalu melakukan terapi sesuai jadwal yang ditetapkan. Ini karena saraf vestibulokoklea adalah seperti saraf-saraf yang lain, terkena komplikasi yang melibatkan saraf, hasil dari masalah kesehatan sistemik yang tidak terkontrol seperti diabetes mellitus, hipotiroid, penyakit auto imun, infeksi kuman dan sebagainya.

Beberapa pasien juga diberikan vitamin (Metilkobalamin) yang membantu memperlambat proses degenerasi saraf ini. Namun, yang lebih penting adalah kesadaran pasien itu sendiri tentang situasi yang dialaminya dan apakah kebutuhan dan harapan yang ingin dicapai setelah perawatan.

Pemeriksaan Telinga dan Pendengaran

Sebelum mendapatkan apa-apa metode pengobatan yang disarankan, lebih baik meminta dokter telinga atau ahli pendengaran (Audiologi) untuk menjalankan pemeriksaan telinga dan pengukuran tingkat pendengaran. Ini karena tidak semua pasien sesuai untuk perawatan yang sama.

Alat Bantu Dengar

Metode yang tersedia untuk membantu memperbaiki tingkat pendengaran adalah dengan cara menggunakan alat bantu dengar. Dewasa ini sejalan dengan peningkatan teknologi, ada berbagai bentuk dan jenis alat bantu dengar ini yang tersedia di pasar. Diantara jenis yang sering dipakai adalah alat di belakang telinga, di dalam telinga, di dalam saluran telinga dan di dalam saluran telinga sepenuhnya.

Alat bantu dengar, yang terdapat dalam berbagai jenis dan bentuk merupakan salah satu metode perawatan yang paling sesuai untuk membantu orang lanjut usia untuk menikmati pendengaran yang lebih baik. (ek/my)



Presbiakusis, Masalah Kurang Pendengaran Pada Orang Lanjut Usia