Healthy Everyday and Everywhere

Katarak Kongenital, Penyakit Selaput Mata Pada Anak-anak

Penyakit katarak kongenital ini disebut  juga sebagai penyakit selaput mata pada anak-anak. Katarak kongenital adalah satu kondisi di mana lensa mata yang semula bersifat jernih berubah menjadi keruh dan kondisi ini terdeteksi setelah kelahiran.

Lensa mata berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke dalam mata dan membentuk gambar pada retina. Penyakit katarak menghalangi cahaya masuk ke dalam mata dan menyebabkan gambar yang dihasilkan menjadi kabur pada retina mata.

Penyakit ini dapat mempengaruhi penglihatan pasien dan dapat menyebabkan pasien menjadi buta jika tidak diobati sejak awal. Mereka yang memiliki sejarah penyakit ini dalam keluarga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mewarisinya.

Katarak kongenital dilaporkan terjadi antara satu hingga enam kasus dalam setiap 10.000 kelahiran di Amerika Serikat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah kasus katarak kongenital mungkin terjadi dalam jumlah yang lebih tinggi di negara-negara berkembang.

Faktor Penyebab

Pasien yang mengalami katarak kongenital pada satu mata saja biasanya juga mengalami cacat kongenital mata yang lain seperti keabnormalan struktur depan mata, keabnormalan struktur primer vitreous (gelemaca) dan satu kondisi dikenal sebagai lentikonus posterior.

Pasien yang mengalami masalah katarak kongenital biasanya memiliki sejarah keluarga berpenyakit katarak kongenital serta beberapa penyakit yang lain. Dantaranya adalah kelahiran premature dan berbagai penyakit seperti rubella, syphilis, toxoplasmosis dan herpes.

Gangguan metabolik seperti hypoglisemia, hyperglysemia, hypokalsemia dan galaktosemia turut menyebabkan terjadinya penyakit katarak kongenital. Pasien yang mengalami penyakit seperti Down sindrom dan Edward sindrom juga dilaporkan berisiko mendapat penyakit katarak kongenital.

Gejala


Penyakit katarak kongenital dapat dideteksi sejak bulan pertama kelahiran. Diantara tanda awal adalah anak mata hitam tampak berwarna putih. Kondisi ini bisa berkelanjutan untuk jangka waktu yang lama atau menjadi lebih parah secara perlahan-lahan.

Kondisi ini menyebabkan penglihatan anak tersebut menjadi kabur dan terbatas. Mereka juga sulit untuk mengenali objek yang kecil dan halus. Anak dengan masalah ini menunjukkan gejala silau pada cahaya matahari dan perkembangan fisik yang lambat dari anak normal yang lain.

Jika mata anak menjadi juling dan kondisi bola mata yang bergerak-gerak (nystagmus), ini menunjukkan penyakit katarak kongenital berada pada tingkat yang kritis.

Komplikasi


Penglihatan anak yang kabur ini juga mengganggu perkembangan otak. Umur sekitar empat bulan sampai dua tahun pertama sangat kritis untuk perkembangan mata dan otak anak.

Input visual yang dilihat akan dikirim ke otak untuk memungkinkan anak mengenali berbagai jenis objek. Jika proses ini terganggu, anak itu tidak dapat mengenali obyek yang dilihat karena bagian otak yang berperan mengontrol indera penglihatan tidak berkembang dan berfungsi dengan baik.

Fenomena ini juga disebut amblyopia atau mata malas. Anak dengan masalah ini hanya dapat mengenali objek yang besar dan ini akan mengganggu proses pembelajaran terutama kemampuan menulis dan membaca.

Metode Pengobatan

Untuk pasien yang mengalami gangguan penglihatan yang ringan, perlu mendapatkan pemeriksaan ahli mata secara berkala untuk memastikan kemampuan penglihatan berada pada tingkat yang memuaskan.

Operasi katarak perlu dilakukan pada tahap awal untuk menghindari risiko pasien menjadi buta. Lensa mata tiruan ini harus dimasukkan ke dalam mata selama operasi untuk mengganti lensa mata asli yang telah berubah menjadi keruh. Diantara pilihan selain operasi adalah lensa kontak atau kacamata untuk menggantikan fungsi lensa mata asli.

Anak yang telah menjalani operasi katarak ini akan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh pakar mata secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan pasien dapat melihat dengan baik setelah operasi.

Segeralah membawa anak ke dokter spesialis mata jika mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. Sikap menunggu hingga anak tumbuh terlebih dahulu juga harus dihindari sebelum pasien mencapai amblyopia. Jika operasi dilakukan setelah pasien menunjukkan tanda-tanda ambylopia, kemampuan melihat pasien tidak lagi berada pada tingkat yang maksimal.

Penyakit katarak kongenital dapat diobati dan tidak seharusnya dibiarkan sehingga menyebabkan pasien menjadi buta. Janganlah kita sebagai orang tua membiarkan mereka tumbuh dalam dunia yang penuh kegelapan. (ek/my)



Katarak Kongenital, Penyakit Selaput Mata Pada Anak-anak