Healthy Everyday and Everywhere

Lupus Sulit Dideteksi, Belum Ditemukan Obatnya

Lebih lima juta orang menghadapi masa depan yang tidak menentu setelah didiagnosa dengan masalah 'systemic lupus erythematosus' (SLE) atau singkatnya Lupus.

Sampai kini, tidak ada obat dan penelitian mendalam untuk menangani lupus. Gejalanya  yang menyerupai gejala penyakit lain sering menyebabkan pasien salah didiagnosa. Jadi, tidak aneh meskipun lupus sudah dikenal dalam dunia medis sejak tahun 1800, obat mengontrol lupus masih 'dipinjam' dari penyakit lain.

Lupus sulit dideteksi. Gejala utamanya sakit sendi, kelelahan, ruam kulit dan demam sama seperti kebanyakan penyakit biasa. Kondisi itu menyebabkan pasien sering menerima pengobatan untuk penyakit yang tidak mereka alami. Sampai saat ini pasien lupus tidak dapat diobati dan dapat mengakibatkan kematian.

Mengenal Lupus


Lupus adalah peradangan kronis yang disebabkan penyakit auto imun, terjadi ketika jaringan tubuh diserang oleh sistem imun tubuh sendiri.

Sistem imun adalah sistem dalam tubuh yang sangat kompleks, dirancang untuk melawan agen infeksi seperti bakteri dan benda asing yang masuk ke tubuh. Namun, untuk pasien lupus, mereka memproduksi antibodi abnormal dalam darah yang menargetkan jaringan dalam tubuh sendiri.

Karena antibodi dan sel pencetus radang melibatkan suatu jaringan dalam tubuh, lupus berpotensi mempengaruhi setiap area tubuh. Lupus bisa menyebabkan penyakit kulit, paru-paru, jantung, ginjal, sendi atau sistem saraf.

Ketika serangan itu terjadi pada kulit, ia disebut lupus, tetapi ketika melibatkan organ lain, ia dikenal sebagai SLE.

Lupus lebih cenderung menyerang wanita. Ia juga cenderung menyerang mereka dari keturunan Afrika-Amerika, China dan Jepang.

Faktor Penyebab

Faktor genetik meningkatkan kecenderungan menyebabkan masalah auto imun dan penyakit auto imun seperti lupus, rheumatoid arthritis dan kekacauan imun tiroid. Beberapa ilmuwan percaya, sistem imun dalam lupus mudah distimulasi oleh faktor eksternal seperti virus. Terkadang gejala lupus lebih buruk ketika pasien rentan pada cahaya matahari.

Banyak obat dilaporkan menjadi pencetus SLE. Kebanyakan obat ini dikatakan menstimulasi sistem imun. Sistem hormon wanita juga dikaitkan dengan SLE. Hubungan hormon dengan SLE tetapi masih dalam penelitian. Mutasi genetik yang mengganggu sistem 'pembuangan sampah' dalam tubuh dikaitkan dengan awal SLE.

Gejala Lupus

·    Ruam merah atau perubahan warna pada muka. Biasanya berbentuk kupu-kupu pada hidung dan mata.
·    Sendi membengkak dan sakit.
·    Demam tanpa sebab.
·    Dada sakit ketika menarik napas.
·    Kelenjar menjadi bengkak.
·    Kelelahan yang berlebihan.
·    Keguguran rambut yang luar biasa
·    Jari tangan atau kaki menjadi pucat atau berwarna ungu karena kedinginan atau stres.
·    Sensitif terhadap matahari.
·    Sel darah rendah.
·    Depresi, sulit berkonsentrasi atau masalah memori.
·    Ulser mulut.
·    Sawan tanpa sebab.
·    Masalah mental.
·    Sering mengalami keguguran.
·    Masalah ginjal

Pengobatan

Tidak ada pengobatan permanen untuk lupus. Tujuan dalam pengobatan adalah mengurangi gejala dan melindungi organ yang menurun fungsinya disebabkan radang atau tingkat aktivitas auto imun dalam tubuh. Obat yang diberi biasanya tergantung pada gejala dan organ yang terpengaruh.

Pasien yang mengalami kemerosotan fungsi organ internal membutuhkan kartikosteroid dalam dosis yang tinggi. Selain itu, mereka menggunakan kombinasi obat lain yang menekan sistem kekebalan tubuh sedangkan untuk pasien yang mengalami masalah sendi biasanya mereka diberi obat anti radang bukan steroid. (ek/my)



Lupus Sulit Dideteksi, Belum Ditemukan Obatnya