Healthy Everyday and Everywhere

Pilih Bayi Tabung Atau Adopsi Anak?

Anda mungkin sudah tidak asing mendengar  kata bayi tabung. Entah anda mendengarnya dari teman anda, rekan kerja, saudara anda atau mungkin dari bahan ledekan yan berasal dari televisi.

Ya, semenjak teknologi ini masuk ke Indonesia pada tahun 1988 lalu, cukup banyak orang yang kemudian ingin tahu seperti apakah bentuk bayi tabung sebenarnya. Apakah bayi tersebut  mendapatkan tempat khusus dalam sebuah tabung layaknya dalam film-film fiksi ilmiah ataukah justru dikarenakan hal lain.

Bayi tabung ini mempunyai nama lain yaitu In Vitro Vertilization dimana In Vitro sendiri berasal dari bahasa latin yang berarti dalam sebuah gelas tabung dan Vertilization ini merupalan bahasa inggris yang berarti pembuahan.

Secara singkat bayi tabung adalah pembuahan pada gelas tabung, namun secara umum, pengertian dari bayi tabung ini adalah seorang bayi yang didapatkan melalui proses pembuahan antara sel sperma dan sel telur yang terjadi di luar tubuh dari sang wanita dan dilakukan dalam sebuah wadah steril berbentuk seperti mangkuk/tabung.

Program bayi tabung sendiri digunakan bagi para pasangan yang tidak kunjung mempunyai anak, kendati sudah berusaha terus menerus menggunakan cara yang normal.

Dalam satu program bayi tabung proses yang dijalankan terbilang cukup menguras tenaga dan juga biaya (sekitar Rp 20-30 juta/siklus). Perlu diingat, proses bayi tabung ini bisa mencapai 25 kali siklus baru bisa berhasil. Jadi orang yang benar-benar siap dan mampu saja yang bisa melakukannya.

Tingkat Keberhasilan Program Bayi Tabung

Program bayi tabung memang bisa menjadi solusi handal mengatasi permasalahan tidak bisa mempunyai anak akibat mandul atau beberapa sebab lain yang masih menjadi misteri. Akan tetapi tahukah anda berapa persen tingkat keberhasilan bayi tabung ini?

Proses terjadinya bayi tabung ini memang memiliki perbedaan tempat terjadinya dengan bayi normal, akan tetapi bayi tabung juga memiliki kesamaan dengannya. Kesamaanmya adalah proses pembuahan sel telur yang juga membutuhkan waktu dan kerja keras yang luar biasa dari sel sperma.

Pelu diketahui, jika pada rahim ibu sel telur yang dikeluarkan adalah dalam jumlah yang normal, begitu juga dengan sel sperma yang diterima didalamnya, pada bayi tabung ini dibutuhkan jumlah sel telur yang jauh lebih banyak dibandingkan jumlah normal.

Mengapa? Ini dikarenakan butuh proses berulang kali pembuahan yang tentunya lebih banyak jika dibandingkan di dalam rahim ibu. Peluang untuk terjadinya pembuahan sel telur pada bayi tabung ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan pembuahan yang terjadi pada rahim ibu.

Beberapa pakar mengatakan adanya faktor semacam suhu dan perbedaan tempat membuat pembuahan pasa sel telur bayi tabung menjadi lebih sulit terjadi.

Selain itu kendati pembuahan bisa terjadi, masih ada kemungkinan yang terbilang besar bahwa embrio tersebut mati sehingga bisa disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan bayi tabung cukup rendah.

Dulu, waktu pertama kali bayi tabug ditemukan dikatakan bahwa peluang bayi tabung bisa berhasil dan jadi, hanyalah sekitar 4% saja. Untunglah selang beberapa puluh tahun, teknologi bayi tabung ini berhasil dikembangkan dan diolah menjadi lebih efisien sehingga ini bisa menaikkan peluang keberhasilan bayi tabung sebesar 10-20%.

Ke depan, bukan tidak mungkin jika tingkat keberhasilan bayi tabung in bisa menjadi 60-80% dan juga memiliki kemiripan sifat seseorang.

Adopsi Anak

Salah satu alernatif yang cukup jitu dan tidak menguras biaya adalah adopsi anak. Ada beberapa hal yang menguntungkan yang bisa anda dapatkan dengan mengadopsi anak, diantaranya anda bisa lebih menghemat biaya dibandingkan dengan bayi tabung, tidak perlu menunggu proses kehamilan selama 9 bulan dan bahkan bisa langsung mengajaknya untuk bermain atau mengajarkannya sesuatu yang baru.

Anda tetapi anda harus sadar ketika anak adopsi dewasa, maka anda harus berani berterus terang padanya bahwa anda bersama pasangan anda bukanlah orang tua kandungnya tetapi anda berdua sangat menyayangi dan menganggap sebagai anak sendiri. Hal ini sangat diperlukan agar nantinya ketika dewasa dirinya menerima hal ini dan tidak merasa kaget.    

Tindakan adopsi anak ini bisa anda gunakan sebagai solusi lain alternatif bayi tabung yang berharga begitu mahal. Selain itu dengan mengadopsi anak, anda akan juga belajar bagaimana cara untuk menerima dan mendidik seseorang yang sebenarnya bukan bagian dari diri anda dan pasangan. (pj/h)



Pilih Bayi Tabung Atau Adopsi Anak?