Healthy Everyday and Everywhere

Inkontinensia Urine, Penyakit Tak Mampu Mengontrol Buang Air Kecil

Inkontinensia urine berarti Anda tidak mampu mengontrol pembuangan air kecil. Akibatnya, celana dalam dan pakaian Anda basah dengan air kencing. Memalukan. Tetapi, bisa diobati Meskipun masalah ini mempengaruhi jutaan orang, ia bukanlah bagian dari penuaan yang alami ataupun sesuatu yang normal di kalangan wanita karena proses bersalin atau menopause.

Hakikatnya, ia merupakan satu kondisi medis yang bersumber dari banyak sebab - ada yang relatif mudah dan ada juga yang lebih kompleks. Wanita lebih banyak mengalami ketidakmampuan mengontrol air kencing dengan prevalensi 10-40% dibandingkan dengan pria dengan prevalensi 5-25%.

“Tidak mengapa jika sekali sekali terjadi insiden terkeluarnya air kencing. Tetapi jika ia mengganggu keseharian Anda, jangan segan dan malu untuk mendapatkan pengobatan. Kebanyakan permasalahan ini dapat diobati. Jangan jadikan umur sebagai alasan," kata menurut Ahli Kebidanan dan Kandungan Universitas Indonesia, Dokter Sugiarto Subiyanto.

Situasi-situasi yang memungkinkan penderita tidak dapat mengontrol aliran air kencing adalah ketika melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, tegasan tertentu seperti batuk berlebihan atau mengejan, lingkungan seperti saat mendengarkan deruan air mengalir dan juga mungkin bila saja tersentuh dengan air, selama hamil, ada juga yang tidak bisa menahan ketika tersa hendak kencing.

Penyebab kencing tidak terkontrol

Buang air kecil yang tak dapat dikontrol disebabkan oleh bebarapa hal seperti adanya infeksi pada kandung kemih. Melemahnya kekuatan jaringan pendukung organ panggul karena faktor usia, kelahiran anak yang banyak dan juga mungkin karena proses kelahiran itu sendiri.

Terdapatnya keabnormalan sistem saluran kencing. Mungkin karena kehadiran fistula yaitu pembukaan abnormal dari sistem kencing ke dalam vagina. Ini terjadi mungkin karena pembedahan pelvik, proses kelahiran, perawatan radiasi, kanker di pinggul dan pembuangan ampas air kencing.

Adanya permasalahan neuromuskular, hal terjadi ketika sinyal dari otak dan korda spinal tidak berhubungan dengan organ-organ kandung kemih dan uretra. Kondisi seperti diabetes dan stroke merupakan contoh yang biasa terjadi.

Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat mengakibatkan inkontinens urinari seperti obat diuretik yang digunakan  dalam perawatan sakit jantung ataupun darah tinggi menyebabkan volume air kencing bertambah dengan cepat.

Pengobatan Inkontinensia urine

Sebelumnya setiap kondisi yang memberikan tekanan di dalam perut/dada, juga jaringan pendukung organ panggul akan diidentifikasi untuk mengetahui apa-apa yang menyebabkan kebocoran terjadi dan mencoba untuk menghindarinya

Pasien disarankan agar mengurangi berat badan, menghindari mengangkat barang-barang berat, mengurangi minuman berkafein seperti kopi, teh dan minuman bersoda, merawat penyakit paru-paru yang menyebabkan batuk yang berlebihan dan berhenti merokok.
Seseorang penderita mungkin harus melalui banyak ujian dan juga menerima lebih dari satu jenis pengobatan/perawatan yaitu:

Melatih kandung kemih

Melakukan buang air kencing pada waktu yang ditetapkan seperti sebelum aktifitas olahraga. Coba lawan rasa ingin ke kamar mandi jika perasaan itu terjadi pada waktu yang tidak dijadwalkan. Kenali juga produksi kencing yang normal dan tidak normal.

Perawatan fisik

Contoh yang biasa seperti latihan Kegel, dapat membantu menguatkan otot-otot yang terlibat dengan pengawasan sistem produksi kencing. Banyak latihan fisik yang memfokuskan otot-otot yang membantu agar kebocoran air kencing tidak terjadi. Dokter Anda bisa merujuk Anda ke ahli fisioterapi untuk tujuan ini.

Obat

Biasanya obat ini mengontrol spasma/otot-otot pendukung pinggul. Ada obat yang memperkuat uretra dan ada juga obat yang mengontrol aktivitas yang berlebihan dari kandung kemih. Efek samping obat-obat yang digunakan adalah seperti mulut kering, sembelit, mual, kabur penglihatan dan juga mungkin mengganggu tidur. Antibiotik diberikan jika ia bersumber dari infeksi kandung kemih.

Operasi

Tergantung pada jenis kebocoran yang dialami. Banyak faktor yang akan dibahas sebelum keputusan operasi diambil, ini termasuk umur, kesehatan, pengaturan dan gaya hidup sehari-hari, lain-lain masalah medis yang memicu kebocoran dan riwayat medis dan operasi yang lalu di area pinggul. (ek/my)



Inkontinensia Urine, Penyakit Tak Mampu Mengontrol Buang Air Kecil