Healthy Everyday and Everywhere

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (Ppok/Copd)

PPOK ( Penyakit Paru Obstruktif Kronik) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada masalah pada pernapasan yang disebabkan terdapatnya gangguan bronkitis kronis atau emphysema (kerusakan jaringan paru-paru yang membatasi aliran pernafasan).

Istilah PPOK yang dalam bahasa inggris disebut COPD ( Chronic Obstructive Pulmonary Disease)  biasanya terjadi karena adanya kebiasaan merokok yang terlalu lama. Ia ditandai dengan gejala seperti sering batuk, peningkatan lendir atau dahak, kerap sesak napas terutama jika berolahraga, dada terasa sesakt dan sering mengalami infeksi pernapasan.

PPOK adalah masalah pernapasan kronis yang sangat progres sifatnya. Jika tidak dirawat ia akan mempengaruhi kualitas hidup, selain menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diperkirakan tahun 2007, 210 juta orang didiagnosa dengan PPOK dan 3 juta diantaranya menyebabkan kematian. Menjelang 2030, WHO memprediksi ia akan menjadi antara penyebab utama kematian.

Penyebab utama PPOK

Penyebab PPOK sebenarnya lebih banyak tergantung pada posisi geografis. WHO melaporkan rokok adalah penyebab utama PPOK  pada penduduk di negara berpenghasilan tinggi atau menengah.
Sementara di negara-negara berpenghasilan rendah, PPOK bersumber dari pencemaran udara dalam rumah seperti penggunaan bahan bakar yang dihasilkan dari proses biologi (biomass fuels) untuk memasak.

Di seluruh dunia, hampir 3 miliar orang menggunakan bahan bakar jenis ini selain arang sebagai sumber energi utama untuk memasak, memanggang dan kebutuhan rumah yang lain. WHO melaporkan dalam kelompok ini, pencemaran udara di dalam rumah adalah pencetus utama PPOK dibandingkan rokok.

Selain itu, PPOK juga bisa terjadi karena pada paparan kimia dan frekuensi terserang masalah pernapasan ketika usia kanak-kanak. Diet dan faktor genetik juga berpotensi memicu COPD.

Menurut penelitian Departemen Kesehatan di Indonesia, diperkirakan ada jutaan pasien PPOK. Jika tidak segera diambil langkah untuk mendeteksi, mencegah dan merawatnya, ia akan menjadi penyebab utama kematian di negara ini.

Pengobatan bagi  penderita PPOK

Secera umum PPOK tidak bisa disembuhkan karena amat mustahil memperbaiki kerusakan pada paru-paru. Tetapi ia dapat dicegah dengan berhenti merokok atau tidak  merokok sama sekali. Hampir 90 persen kasus PPOK bersumber dari kebiasaan merokok. Perawatan PPOK yang ada hari ini hanyalah untuk mengontrol dan mencegah kerusakan paru-paru yang lebih parah.

Sebuah penelitian yang melibatkan pasien PPOK baru-baru ini menemukan, penggunaan terapi obat tiotropium (sejenis obat yang bertindak membatasi reaksi saraf yang menghalangi jalur pernapasan) bisa memperbaiki fungsi paru-paru sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Penelitian yang dinamakan UPLIFT (Understanding Potential Long Term Function With Tiotropium/ Memahami Potensi Jangka Panjang Tiotropium) dilakukan dengan melibatkan 5,993 pasien di 37 negara seluruh dunia. Hasil penelitian ini akan memberi harapan yang besar pada pasien PPOK.

Namun, hal yang teramat penting dalam penanganan PPOK adalah deteksi dini dan pencegahan. Mengindari faktor-faktor pencetus PPOK seperti rokok can zat-zat pencemar lebih penting dan harus dilakukan sejak awal. (ek/my)



Penyakit Paru Obstruktif Kronik (Ppok/Copd)