Healthy Everyday and Everywhere

Waspadai Gejala-gejala Kandungan Yang Bermasalah

Kehamilan merupakan suatu proses  yang sangat membahagiakan dan diidamkan-idamkan khususnya bagi seorang wanita. Tapi kadang tidak semua wanita beruntung dapat menjalani proses kehamilan dengan normal hingga melahirkan. Disebabkan oleh berbagai faktor, ibu yang hamil terkadang tidak dapat menghindari diri dari kemungkinan mengalami berbagai ‘masalah’ selama kehamilan.

Menurut Ahli Kandungan dan Penyakit Wanita dari Pusat Pengobatan Islam, Dr Habibah Abdul Ghani, penyebab utama terjadinya masalah/komplikasi adalah karena terjadinya perubahan hormon dalam tubuh ibu yang hamil.

Perubahan yang disebabkan oleh perubahan hormon ini menyebabkan sistem dalam tubuh ibu yang hamil juga turut berubah. Ada beberapa ibu yang mampu mengadaptasi  perubahan sistem dalam tubuh ini dengan mudah namun banyak juga yang sebaliknya. Kemampuan mengadaptasi ini bagi ibu-ibu hamil berbeda antara satu sama lain.

"Kesulitan si ibu menyesuaikan sistem tubuh mereka dengan perubahan-perubahan ini menyebabkan komplikasi selama kehamilan ini. Namun demikian, perawatan yang awal akan menyelamatkan ibu dan kandungannya, " jelas Dr Habibah.

Pendarahan

Komplikasi yang jelas dan perlu mendapat perhatian adalah pendarahan di awal kehamilan. Setiap tetesan darah yang keluar dari vagina harus dilaporkan segera kepada dokter secepatnya. Walaupun ia mungkin hanya sebuah radang biasa, namun jangan dianggap remeh. Pendarahan tingkat pertama terjadi di awal kehamilan ini merupakan ancaman keguguran.

Selain itu pendarahan juga dapat disebabkan oleh:
-  Masalah keguguran yang kurang sempurna yaitu gugur yang tidak habis.
-  Missed obortion yaitu darah turun sedikit demi sedikit menyebabkan si ibu tidak jadi mengandung.
-  Mengandung di luar rahim (ectopic pregnancy)
-  Mengandung kandungan anggur (molar pregnancy) yaitu kondisi di mana kandungan si ibu tidak menjadi janin sebaliknya ia menjadi seperti gelembung-gelembung berserakan yang dipenuhi cairan yang tidak berguna.

Kurang Darah / Anemia

Anemia disebabkan kurangnya kadar hemoglobin dalam darah. Saat hamil kebutuhan hemoglobin untuk si ibu dan anak lebih dari biasanya. Sewaktu hamil, tingkat kadar hemoglobin dalam darah sebaiknya tidak kurang dari 11 gram. Kekurangan darah selama hamil memberi akibat yang buruk pada janin jika ia tidak diatasi dan diberi perawatan. Diantaranya, kemungkinan si ibu akan mengalami keguguran ataupun melahirkan anak yang prematur.

Kondisi kurang darah dapat dideteksi melalui pemeriksaan awal saat hamil. Untuk mengatasi masalah ini, si ibu akan diberi tambahan darah dan vitamin tambahan seperti zat besi. Si ibu akan dianjurkan memakan makanan yang membentuk sel darah merah seperti hati atau limpa.

Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi memang sering terjadi saat hamil. Biasanya ketika janin mulai berusia usia lima bulan ke atas. Masalah ini terjadi karena biasanya si ibu tidak dapat mengadaptasi perubahan fisiologis pada tubuhnya saat hamil.

”Tekanan darah tinggi lebih mudah menyerang ibu yang hamil yang berusia diatas 35 atau ibu yang masih terlalu muda (usia 17 tahun kebawah). Faktor genetik juga berpengaruh besar pada masalah ini. Jika ada salah seorang anggota keluarga si ibu yang mengidap penyakit ini, kemungkinan mengalami tekanan darah tinggi saat hamil lebih tinggi," terang Dr Habibah.

“Tekanan darah tinggi yang serius bisa menyebabkan 'eclampsia' atau lebih dikenal sebagai kejang. Serangan kejang saat hamil sangat berbahaya karena dapat menyebabkan  bayi dan ibu meninggal jika tidak dirawat dengan sebaik-baiknya," tegas Dr Habibah lagi.

Untuk mengatasi masalah tekanan darah tinggi ini, ibu yang hamil akan diberi pengobatan anti-hypertension. Melalui perawatan ini, si ibu akan diberi obat untuk mengurangi dan menstabilkan tekanan darah.

Diabetes saat hamil

Perubahan hormon saat kehamilan akan menyebabkan tingkat penyerapan insulin oleh  ginjal berkurang. Konsumsi makanan yang mengandung gula yang tinggi akan menyebabkan peningkatan insulin yang berlebihan karena tingkat penyerapan yang berkurang.

"Masalah ini harus di tangani sejak awal karena dapat menyebabkan bayi dalam kandungan cacat. Jika ia dapat terdeteksi lebih awal, gula dalam air kencing akan dapat di stabilkan. Dengan demikian, perlu untuk si ibu hamil mengawasi makanan mereka untuk mencegah komplikasi diabetes saat hamil, " tambah Dr Habibah lagi.

Jika masalah diabetes ini tidak serius, ia bisa dikontrol dan diobati melalui diet sehari-hari. Jika tidak dapat diatasi dengan pengaturan pola makan, biasanya mereka akan diberi terapi insulin. (ks/ppi)



Waspadai Gejala-gejala Kandungan Yang Bermasalah