Healthy Everyday and Everywhere

Mengetahui Waktu Subur Wanita Dari Siklus Haidnya

Haid yang  juga dikenal juga dengan istilah menstruasi merupakan pertanda bahwa Anda sekarang sudah menjadi seorang wanita dewasa. Bila haid terjadi, Anda akan mengalami pendarahan dari vagina. Haid yang terjadi berbeda dari seorang wanita dengan wanita lainnya. Setiap siklus haid terjadi selama 3-7 hari. Periode antara sebuah siklus haid ke siklus berikutnya terjadi antara 21-35 hari.

Siklus menstruasi wanita terjadi setiap bulan, rata-rata adalah 28-30 hari. Tetapi setiap wanita ada kisarannya sendiri ada yang 25 hari dan ada yang terlambat sehingga 35 hari. Tetapi rata-rata adalah 28-30 hari.

Mengapa Anda perlu tahu waktu subur wanita? Ada 2 alasan utama, pertama untuk memudahkan mendapat kehamilan, kedua untuk menghindari mendapat kehamilan. Keduanya sama pentingnya. Pengetahuan ini mungkin bisa Anda jadikan pedoman dan panduan secara praktis.

Fase dalam siklus menstruasi.

Hari 1-4

Ini disebut fase produksi haid, saat inilah darah haid keluar. Hari pertama haid ini penting untuk diketahui karena ia adalah di mana fase haid secara kesuluruhan dimulai. Datangnya haid pada hari pertama ini ia harus ditandai pada kalender. Sebaiknya ditandai setiap bulan jika Anda ingin merencanakan untuk hamil. Anda akan bisa menebak beberapa hari siklus period Anda sendiri di dalam sebulan.

Hari 5-13

Ini disebut fase follicular. Pada fase ini, hormon estrogen meningkat. Ketika fase follicular ini, darah akan berkumpul di dinding rahim dan menebal untuk persediaan kehamilan. Di daerah ovarium, telur yang berada di dalam wadah akan menjadi semakin matang.

Hari 14

Waktu inilah satu proses peneluran yang disebut ovulasi terjadi. Telur akan keluar dari sarangnya karena peningkatan mendadak sejenis hormon yang disebut Luteinizing Hormone (LH). Telur ini jika tidak dibuahi oleh sperma akan mati dan hilang. Jika ia dibuahi, ia akan turun melalu saluran fallopio ke rahim.

Hari 15-28

Ini disebut fase luteal atau fase secretory. Setelah telur dikeluarkan dari sarangnya, sejenis hormon disebut progestron juga akan keluar dari sarangnya (corpus luteum). Ini menyebabkan dinding rahim semakin menebal. Setelah progestron semakin berkurang karena tidak terjadinya pembuahan, maka dinding ini akan hancur.

Memperkirakan waktu terbaik

Setelah Anda memahami siklus menstruasi Anda, waktu yang terbaik untuk ‘berhubungan’ suami-isteri adalah pada hari ovulasi terjadi. Ini adalah karena saat itu telur baru saja keluar dari sarangnya. Yaitu sekitar 14 hari dari hari pertama ke haid berikutnya  atau ketika fase luteal  dimulai.

Hal ini  karena fase luteal menurut hitungan biasanya terjadi selama tepat 14 hari setelah terjadinya ovulasi, sedangkan fase folicullar  bisa berubah-ubah. Jadi waktu subur adalah 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya.

Jika haid Anda adalah tetap 28 hari, tidak jadi masalah untuk menghitung waktu subur Anda. Masalah untuk mengira waktu subur baru timbul jika siklus haid Anda mengalami peerubahan/tidak teratur.

Mendapat kehamilan

Saat telur dan ovum keluar, ia akan bertahan dalam waktu 1-2 hari saja. Sementara saat sperma dilepaskan ia bisa bertahan selama 3-5 hari.  Ini berarti, jika suami-istri ‘bersama’ 3 hari sebelum waktu subur, atau 2 hari setelah waktu subur, maka akan ada peluang untuk telur itu bertemu dengan sperma yang hidup lebih lama.

Jadi, untuk mendapatkan kehamilan, Anda dan pasangan bisa ‘bersama’ pada hari ke 11, 12, 13, 14, 15 atau 16. Itu jika haid Anda datang secara teratur selama 28 hari dan perkirakan waktu subur adalah pada hari ke-14.

Anda dapat mencoba setiap bulan untuk beberapa bulan jika tidak berhasil. Ini adalah untuk memastikan waktu subur Anda sesuai dengan waktu Anda bersama dengan suami.

Menghindari kehamilan 


Selain untuk mendapatkan kehamilan, ada pasangan yang ingin menghindari kehamilan dengan cara menghitung waktu subur ini.

Agar tidak terjadi kehamilan pasangan suami isteri tidak boleh melakukan ‘hubungan’ pada  5 hari sebelum dan setelah waktu subur karena  seperti telah diketahui sperma masih bisa bertahan hidup selama 5 hari (ada penelitian menunjukkan 7 hari) di dalam rahim. 

Cara menghitung waktu ini sebenarnya berisiko dan tidak selalu tepat. Hal ini karena Anda bisa salah hitung karena waktu subur bisa bergeser dari kebiasaan karena kedatangan haid yang tidak teratur. Namun itu terserah Anda sendiri. Seperti yang disebutkan tadi, cara ini tidak selalu akurat dan memiliki risiko mengalami kegagalan. (ks/ppi)



Mengetahui Waktu Subur Wanita Dari Siklus Haidnya