Healthy Everyday and Everywhere

Sejauh Manakah Risiko Anda Menderita Hipertensi?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi, kadang-kadang disebut juga dengan hipertensi arteri, adalah kondisi medis kronis dimana terjadi peningkatan tekanan darah di arteri. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah.

Tekanan darah melibatkan dua pengukuran, sistolik dan diastolik. Tekanan darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik (bacaan atas) 100–140 mmHg dan diastolik (bacaan bawah) 60–90 mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus berada pada 140/90 mmHg atau lebih.

Pada tahun 2000, hampir satu milyar orang atau kira-kira 26% dari populasi dewasa dunia mengalami hipertensi. Angka ini meliputi 333 juta penderita di negara maju dan 639 juta di negara berkembang. Pedalaman India merupakan wilayah dengan dengan angka terendah yaitu 3,4% (laki-laki) dan 6,8% (perempuan), sementara wilayah dengan perita terbanyak berada di Polandia yaitu 68,9% (laki-laki) dan 72,5% (perempuan).

Penyebab paling utama hipertensi adalah karena faktor genetik. Namun, para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti bagaimana terjadinya peningkatan tekanan darah tersebut. Penyakit darah tinggi dapat juga disebabkan oleh beberapa penyakit yang mengganggu fungsi organ sehingga menyebabkan tubuh gagal mengontrol tekanan darah. Misalnya  ginjal, jantung, sistem syaraf dan lain-lain.

Gejala dan tanda-tanda hipertensi

Tanda-tanda yang seringkali ditemukan pada seseorang penderita darah tinggi adalah sakit kepala (terutama di bagian belakang kepala dan pada pagi hari), vertigo, tinitus (dengung atau desis di dalam telinga), atau gangguan penglihatan. Namun gejala-gajala ini biasanya tidak terlihat pada awalnya, penderita baru menyadari ketika tiba-tiba tekanan darah mereka tiba-tiba menjadi sangat tinggi.

Untuk mengantrisipasi penyakit ini, Anda seharusnya melakukan pemeriksaan kesehatan umum setidaknya 2 tahun sekali pada umur 20 tahun ke atas. Jika masalah tekanan darah dapat diketahui lebih awal, Anda tidak perlu sampai minum obat. Hanya perlu menjaga gaya hidup dengan menjaga makanan dan meningkatkan olahraga.

Komplikasi tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi akan menyebabkan tekanan pada organ-organ penting terutama otak, jantung dan ginjal, sehingga mengakibatkan kerusakan organ-organ tersebut. Tipe kerusakan tergantung pada berapa lama dan berapa cepat tekanan darah meningkat.
Tekanan darah tinggi yang tidak segera dirawat akan menyebabkan penyakit akibat kerusakan organ-organ tubuh seperti serangan jantung yang menyebabkan kematian, pembuluh darah menjadi keras, gagal ginjal, perdarahan dan kerusakan pada area sensitif cahaya dalam mata, stroke.

Konsumsi alkohol dan rokok bisa meningkatkan risiko komplikasi tekanan darah tinggi seperti penyakit jantung dan stroke. Namun semua komplikasi di atas dapat dicegah jika Anda mendapatkan perawatan dan pengobatan lebih awal.

Siapa yang lebih berisiko?

Dari penelitian, terdapat banyak faktor yang meningkatkan risiko untuk terjadinya tekanan darah tinggi, dintaranya:
-  Umur. Risiko mendapat tekanan darah tinggi meningkat seiring dengan peningkatan umur.
-  Faktor genetik. Jika Anda memiliki ibu atau ayah yang memiliki darah tinggi, kemungkinan besar Anda juga memiliki darah tinggi.
-  Obesitas / kegemukan. Meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, karena pada orang gemuk, aktifitas jantungnya lebih  keras memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh. Secara langsung, tekanan di dalam pembuluh darah pun akan meningkat.
-  Kurang berolahraga. Jantung orang yang kurang berolahraga berdetak dengan lebih cepat. Karena hal ini mengakibatkan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, secara tidak langsung, tekanan darah akan naik.
-  Konsumsi garam berlebihan. Garam yang berlebihan akan menyebabkan lebih banyak air atau cairan tersimpan di dalam tubuh. Dengan meningkatnya kandungan darah, tekanan darah juga turut meningkat.
-  Stres. Stres dapat menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi secara mendadak. Prosesnya melibatkan sistem saraf sentral di otak.
-  Rokok dan minum alkohol. Bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam rokok / tembakau menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah yang akhirnya meningkatkan tekanan darah. Demikian juga dengan alkohol.

Pengobatan hipertensi

Tekanan darah dapat diturunkan dengan mengurangi penyebab-penyebab terjadinya tekanan darah tinggi seperti yang telah disebutkan di atas; kurangi garam dalam makanan, berhenti merokok dan berhenti minum alkohol, berolahraga, kurangi berat badan dan kurangi stres.

Jika tekanan darah tidak dapat dikurangi dengan cara-cara di atas, maka Anda perlu meminum obat dengan teratur. Jenis-jenis obat yang biasa diberikan diantaranya thiazide - merupakan pilihan utama dalam pengobatan darah tinggi, angiotensin converting enzymes inhibitors (ACEi) dan calcium channel blockers bertindak mengendurkan pembuluh darah, angiotensin-II receptor blockers, juga bekerja pada pembuluh darah dan renin inhibitors yang bertindak pada ginjal.

Tekanan darah tinggi bukanlah suatu penyakit yang tidak dapat diobati ia dapat dikontrol selama Anda menerapkan gaya hidup yang sehat, pola makan yang baik, berolahraga dan menghindari faktor-faktor risiko yang menyebabkan tekanan darah tinggi, gejala dan komplikasinya. (hs/psp)




Sejauh Manakah Risiko Anda Menderita Hipertensi?