Healthy Everyday and Everywhere

Cegah Kanker Serviks Sebelum Ia Menyerang Anda!

Kanker serviks atau disebut juga kanker leher rahim adalah sejenis kanker yang menyerang servik atau leher rahim wanita. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Kanker servik merupakan pembunuh no 2 akibat kanker setelah kanker payudara di Indonesia.

Pada awal pembentukan sel-sel kanker tersebut, ia jarang menunjukkan tanda-tanda. Ia baru terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim lebih fokus diamati menggunakan tes Pap smear. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih.

Biasanya ketika kanker leher rahim ini semakin berkembang, ia akan  menujukkan gejala-gejala seperti;  keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause), keluarnya cairan abnormal (kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah) dan perdarahan setelah berhubungan seks.

Penyebab utama kanker servik: HPV

Human papillomavirus (HPV) adalah sebuah kelompok besar virus. Ada 40 jenis yang dapat menginfeksi bagian genital dan beberapanya memiliki risiko yang tinggi untuk menyebabkan penyakit kanker serviks. Human papillomavirus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia

Biasanya HPV genital akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi ketika ia sudah menjadi kronis, ia akan menyebabkan perubahan pada sel-sel di bagian serviks dan perubahan sel ini akan menyebabkan kanker serviks.

Siapakah yang lebih berisiko?

HPV biasanya berjangkitnya pada wanita yang pernah dan sering melakukan seks. Karena infeksi HPV biasa terjadi tanpa diketahui, ia mungkin berada di bagian serviks bertahun-tahun sejak Anda pertama melakukan seks. Kemungkinan akan bertambah apabila Anda sering berganti pasangan dalam hubungan seks.

Perlu diketahui infeksi HPV tidak hanya terjadi pada wanita saja, pria juga memiliki risiko yang sama untuk mendapatkannya. Infeksi HPV juga berhubungan dengan kanker di bagian vulva, vagina, penis, anal dan juga oral untuk kedua jenis kelamin.

Kelompok lain yang juga berisiko diserang HPV adalah wanita yang memiliki banyak anak (lebih dari 5 orang). Saat dilahirkan, janin akan melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks. Bila Anda memutuskan untuk memiliki banyak anak, makin sering pula terjadi trauma pada serviks.

Usia merupakan faktor alamiah pencetus kanker serviks. Semakin tua seorang wanita (diatas 40 tahun) maka makin tinggi risikonya terkena kanker serviks. Tentu kita tidak bisa mencegah terjadinya proses penuaan. Akan tetapi kita bisa melakukan upaya-upaya lainnya untuk mencegah meningkatnya risiko kanker serviks.

Tidak seperti kanker pada umumnya, faktor genetik tidak terlalu berperan dalam terjadinya kanker serviks. Ini tidak berarti Anda yang memiliki keluarga bebas kanker serviks dapat merasa aman dari ancamannya, Anda dianjurkan tetap melindungi diri Anda terhadap kanker serviks.

Deteksi dini dengan tes 'Pap smear'

Pap smear adalah antara salah satu cara untuk mengidentifikasi adanya potensi sel-sel serviks normal berubah menjadi sel kanker. Seberapa sering untuk melakukan tes ini tergantung pada hasil tes yang Anda terima, faktor-faktor risiko dan juga masalah kesehatan yang Anda hadapi. Biasanya untuk wanita biasa 3 tahun sekali cukupah memadai. Tetapi untuk wanita yang memiliki resiko tinggi mendapatkan infeksi HPV, setahun sekali perlu dilakukan.

Bila hasil menunjukkan sel-sel serviks Anda tidak normal. Anda mungkin perlu melakukan sekali lagi tes Pap smear. Dokter Anda mungkin akan melakukan prosedur kolposkopi dimana serviks perlu dilihat dengan lebih jelas menggunakan sejenis alat seperti mikroskop. Di sana dokter akan melihat bagian mana yang tampak abnormal dari biasa dengan menggunakan acetic acid 0.03% dan juga iodine.

Biopsi jaringan serviks akan di ambil untuk dikirim ke laboratorium untuk memastikan ia bukannya sel kanker. Jika sel tersebut pre-kanker, jaringan tersebut akan dibuang.

Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin.


Ada vaksin yang mampu mencegah kanker serviks yang terkait dengan infeksi HPV. Vaksin tersebut adalah Cervarix dan gardasil. Vaksin ini akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam.

Penelitian telah membuktikan vaksinasi efektif dalam mencegah infeksi kronis yang melibatkan HPV yang menyebabkan 70% dari kanker serviks. Gardasil juga terbukti menlindungi serviks dari 2 jenis HPV yang menyebabkan gangguan di bagian genital. (hs/psp)



Cegah Kanker Serviks Sebelum Ia Menyerang Anda!