Healthy Everyday and Everywhere

8 Cara Agar Terhindar Dari Serangan Stroke

Stroke adalah serangan otak yang muncul mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak (infrak serebral). Stroke ditandai dengan kematian jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini disebabkan adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. Penyumpatan ini bisa berasal dari kolesterol dan hipertensi.

Penyakit ini adalah penyebab utama kematian di dunia setelah penyakit jantung dan kanker. Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun 500.000 orang terkena serangan stroke, sekitar 2,5 % atau 12.500 diantaranya meninggal dan sisanya mengalami cacat ringan maupun berat seperti kelumpuhan permanen.

Namun Anda dapat menghindari serangan stroke dengan melakukan tindakan mencegah termasuk membiasakan diri menjalani gaya hidup sehat. Berikut langkah-langkah yang dapat anda lakukan guna menghindarkan diri dari serangan stroke.

1. Hindari dan hentikan kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan kaku dengan demikian dapat menyebabkan gangguan aliran darah. Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah Anda menjadi mudah menggumpal.

Hasil studi memperlihatkan dengan menjauhi tembakau, Anda akan mengurangi risiko terkena stroke sampai 33%. Tidak ada istilah merokok sedikit. Harus berhenti sama sekali sejak saat ini.

2. Periksa tekanan darah secara rutin

Tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah Anda  mengalami tekanan ekstra yang bisa memicu serangan stroke. Walaupun tidak menunjukkan gejala, cek lah tensi darah secara teratur.

Tekanan darah normal yaitu 120/80 mmHg. Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik).

3. Menjaga kadar kolesterol darah

Pengendalian kadar kolesterol menuju angka yang normal akan sangat bermanfaat untuk menurunkan risiko terkena stroke dan penyakit lain seperti penyakit jantung. Target penurunan kadar kolesterol adalah sebagai berikut :
-  Kadar kolesterol darah total dibawah 200 mg/dl.
-  Kadar kolesterol LDL di bawah 130 mg/dl (pada individu tanpa riwayat penyakit jantung koroner) atau dibawah 100 mg/dl (bila pernah terkenan penyakit jantung, merokok, menderita hipertensi, diabetes).
-  Kadar kolesterol HDL di atas 35 mg/dl.
-  Kadar trigliserida di bawah 250 mg/dl.

4. Batasi konsumsi makanan kolesterol tinggi

Konsumsi makanan berkolesterol tinggi dan penuh asam lemak jenuh seperti fastfood, cookies, crekers, telur, mentega, jerohan atau makanan yang mengandung santan, minyak kelapa, lemak babi/sapi secara berlebihan akan menimbulkan aterosklerosis atau pengapuran/pengerasan pembuluh darah yang akan menghambat aliran darah ke otak.

5. Kurangi garam

Makanan yang mangandung garam/asin bisa meningkatkan tekanan darah. Makanan itu misalnya telur asin, otak, penggunaan vetsin (Monosoduimglutamate/MSG), soda kue,  sarden, udang dan cumi. Sebaiknya kurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2,3 gram natrium atau 6 gram natrium klorida setiap harinya (disertai dengan asupan kalsium, magnesim dan kalium yang cukup).

6. Kurangi alkohol

Meminum alkokol dapat menaikkan tensi darah, oleh karena itu menguranginya berarti menghindarkan Anda dari tekanan darah tinggi salah satu penyebab stroke. Saat ini, direkomendasikan minum  alkohol dibatasi untuk perempuan tidak lebih dari 2-3 gelas sehari dan laki-laki 3-4 gelas sehari. Namun, lebih baik lagi jika Anda tidak mengkonsumsi alkohol samasekali (terutama bagi yang beragama Islam).

7. Atasi dan kendalikan stress dan depresi

Stress dan depresi dapat merangsang kelenjar anak ginjal melepaskan hormin adrenalin dan memicu jantung berdenyut lebih cepat serta lebih kuat, sehingga tekakan darah akan meningkat. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat menimbulkan problem jangka panjang bagi kesehatan Anda secara keseluruhan.

8. Olah raga teratur


Riset menunjukkan, mereka yang mulai latihan pada usia antara 25-40 tahun, risikonya terserang stroke berkurang 57%. Sedangkan yang mulai latihan saat usianya 40-55 tahun, kesempatan 37% lebih baik untuk terhindar dari stroke. Olahraga teratur sebaiknya dilakukan 3x seminggu (30-45 menit). (dm/bpm



8 Cara Agar Terhindar Dari Serangan Stroke